Saeful Zaman Bilang KTP Megawati Harus Dicek, Setelah Rara ‘Pawang Hujan’ Ungkap Keduanya Belajar Hindu di Puri yang Sama


ASHA - Pegiat media sosial, Saeful Zaman, mengatakan bahwa KTP Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri patut diperiksa, terutama di bagian kolom agama.

Bukan tanpa alasan, Saeful mengatakan harus diperiksa ketika Rara Isti Wulandari atau Rara Pawang Hujan mengungkap dirinya dan Megawati belajar Hindu di puri yang sama.

“Kemudian kita jadi bertanya apakah Ibu Mega juga sama dengan Rara, ktp-nya maksudnya. Ya ini perlu dilihatkan juga Islam atau Kejawen kan?” tanyanya.

“Lagi-lagi sahabat semua bagi individu-individu yang ada di manapun itu terserah mereka nggak ada persoalan apa-apa, mau isinya Islam, Kristen, Hindu, Budha atau agama yang lain-lainnya atau kosong bahkan sekalipun enggak ada masalah,” jelasnya.

“Tapi kalau ini sosok guru bangsa kan sebagai orang mengatakannya guru bangsa ini Ibu Mega sama dengan Rara kalau ini ya kalau kemudian kan ramai netizen beranggapan, Oh pantas saja kok sering menampakan ketidaksukaannya terhadap umat Islam,” tambah dia.

Sebelumnya, video Rara Pawang Hujan yang sempat menjadi perbincangan kala menjadi pawang hujan dalam perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (20/3/2022) lalu kembali dibahas.

Kali ini bukan karena kehebatannya, tapi pengakuan Rara tentang Megawati yang belajar agama Hindu di tempat yang sama dengannya.

“Saya non muslim, jadi yang saya baca adalah mantra-mantra Kejawen. Saya juga belajar sedikit tentang agama Hindu jadi saya baca Gayatri Mantram,” kata Rara melansir dari Youtube Saeful Zaman, Rabu (22/2/2023).

“Jadi saya itu single parent dari 2013 dan saya ngayah ya, ngayah itu belajar berbakti di Puri Satria tempatnya Bapak Corat madi. Dulu Ibu Mega juga belajar di situ, bahkan tinggal di tempatnya Pak Corat Madi dengan ibu Dayu,” tambah dia.
“Kalau Budhe saya itu dulu keturunan, memang estafetnya itu paranormalnya Ibu Tien (istri Soeharto),” jelasnya.


Penulis: Sabrina Mulia Rhamadanty
Sumber : WartaEkonomi